Lagu ini enak gak..?

Sabtu, 07 September 2013

MERAGA SUKMA


  • Ada banyak orang berpendapat bahwa Ilmu Meraga sukma hanya bisa dicapai oleh para sufi dan pengikut tasawuf. tapi saya mah percaya gak percaya. apakah orang biasa seperti kita bisa meraga sukma? dan bagaimana pandangan islam tentang hal ini..? Yuk kita analisa dikit.

    Bagaimanakah rahasia yg sebenarnya dari meraga sukma? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dgn meminta bantuan jin…?
    Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, atau kalau jaman dulu katakanlah dia seorang 'pendekar sakti', yg mana ia mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau kita mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan 'tubuh halus'-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. kayak di sinetron Angling Dharma yg pernah saya lihat di tipi beberapa tahun lalu. 
    Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.
    Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma,Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, dan istilahnya yg paling keren adalah Astral Projection, yaitu suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.

    Lalu apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah ini, Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).

    Penjelasannya bahwa Allah ini telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (dengan kekuatan teknologi dan ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan yg lebih.

    Perlu diketahui, dari beberpa referensi yg saya dapat dari buku teman yg kemarin saya pinjam dan jg dari browsing di mbah google. saya temukan kesimpulan ini : BAHWA proses meraga sukma sesunggunyaTIDAK melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Karena kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.

    Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.

    Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau istilajh kerennya jaman sekarang disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.

    Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.

    Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya. seperti bahasa pemrogaraman kompueter ada pemrograman database, pemrograman web, de el el.

    Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System atau OS sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa AlQuran disebut sebagai QALBU.

    Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi.

    Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

    Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

    Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.

    Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

    Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.

    Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunakan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin.

    Satu pertanyaan dari saya, bagaimana dengan perjalanan isra miraj rasulullah saw..? Apakah itu termasuk astral projection...??
    Yuk kita Think...! kan sama-sama... start now guys :)

Rabu, 28 Agustus 2013

Take Me Out SEKULARIS





Wes ewes ewes dikandani ora ngerewes, nganyelke ati..ii..i..
Wes ewes ewes dikandani langsung bablas, ora bali bali..

Ojo ngono mas..ojo ngono..
Dhisik ngene, saiki kok ngono...
Weteng luweh gek ndang dipakani,
Lungo terus sopo toh sing diparani...???


Hehe...syair lagu diatas gak ada hubungannya ama tulisan dibawah ini lho...
Cuma sebagai pengantar alias backsound ajah...:D :p

Hmmmm...mau ngritik sesuatu..
Tau gak bro, sist...Acara reality show di Indonesia diramaikan dengan program acara biro perjodohan bernama Take Me Out Indonesia. Acara ini tentang 30 perempuan berusia 20-40 tahun berstatus single. Mereka mencari pasangan. Bisa untuk suami, pacar, atau sekedar coba-coba. Di setiap episodenya, ada 7 pria single yang keluar satu demi satu untuk dipilih dan memilih para perempuan itu.

Suksesnya acara Take Me Out, memunculkan acara serupa dengan judul Take Him Out yang berisi kebalikannya. Take Him Out berisi 30 pria single dan 7 perempuan single di setiap episodenya.

Biro jodoh asal tiru
Take Me Out adalah sebuah program televisi yang lisensinya dipegang Fremantle Media. Saat ini Take Me Out telah ditayangkan di 3 negara Eropa (Spanyol, Netherland, Denmark), menyusul UK. Dari sini aja, udah kelihatan banget nuansa asal tiru yang penting laku. Rating tinggi, iklan berdatangan, dan itu artinya banyak rupiah berdatangan. Sedangkan bagi pesertanya, lumayanlah bisa nampang di layar kaca dan ditonton oleh orang se-Indonesia raya.

Orang Indonesia memang
latah, suka tasyabuh, makanya suka sekali meniru terutama dalam hal tayangan-tayangan TV. Kalo yang ditiru baik sih, nggak masalah. Tapi kalo yang ditiru adalah hal-hal yang negatif, maka ini yang bahaya. Biro jodoh di TV ini adalah salah satu acara yang diadopsi habis dari mereka yang berbudaya sangat jauh dari kita. Adopsi budaya kafir yg membahayakan.

Bukan masalah Timur dan Barat, tapi yang lebih urgen adalah budaya non Islam yang diadopsi habis-habisan oleh masyarakat kita yang mayoritas muslim. Lihat aja gaya berbusana para perempuan di acara itu. Bagaian "atas-bawah” terbuka semua. Hanya di bulan Ramadhan dan awal Idul Fitri aja mereka kayaknya diharusnya berpakaian yang agak tertutup. Catet lho, "agak” hehehe..

Ini dari segi gaya busana. Cara memilih pasangan, juga dilakukan secara primitif. "Kok bisa? Padahal mereka berada di panggung canggih dan modern penuh sentuhan teknologi,” mungkin itu pikirmu.

Bro..,sist.., modern nggaknya sesuatu, itu bukan ditentukan dari penampilan fisik semata. Itu cuma artificial alias palsu. Primitif atau modern itu bisa dilihat dari bagaimana acara ini merancang 30 kandidat dalam memilih satu calon di depan mata.

Fisik, itu yang utama pria memilih perempuan. Meskipun yang perempuan cerdas, tapi kalo nggak cantik dan langsing jangan harap bakal terpilih. Jenis pekerjaan, itu pilihan utama perempuan dalam memilih si pria. Jabatan direktur atau pemilik sebuah perusahaan, bisa dipastikan hampir semua perempuan menyalakan lampunya agar dipilih oleh si pria tersebut.

Iman dan takwa? Boro-boro, euy. Jauh dah!
Belum lagi baju pembawa acara yang bagian "atas bawah” serba terbuka. Bener-bener ajang pamer aurat tiada henti!


"Take Me Out Ramadhan”

Episode "Take Me Out Ramadhan” adalah yang paling bikin saya muak dari semua episode yang ada. Gimana nggak, kalo yang haq dan yang batil dicampur aduk jadi satu. Ibarat minum susu kecampur sama air comberan, udah gitu ada lalat ijonya. Huahhh muantap kan ‘lezatnya’ ???? very very very delicious….:D :D

Di acara tersebut, menghadirkan narasumber yang terkenal dengan nama Ustadz Cinta. Dia bertugas untuk terus ngasih nasihat-nasihat cintanya. Pake dalil-dalil yang terkesan maksa pula. Hmm.. mending kalo bener, yang terjadi malah ‘jaka sembung naek ojeg’ tuh dalil nggak nyambung jack. Bagaimana mungkin seseorang yang disebut ustadz dan paham Islam bisa menjadi narasumber untuk menyampaikan dalil bagi acara umbar aurat dan jelas-jelas bathil itu?

Aha, jadi agak-agak sedikit nuduh nih (eh, bukan ding, curiga aja), jangan-jangan uang memang bisa melupakan segalanya, uang hampir bisa membeli segalanya. Bahkan iman juga bisa dibeli dgn uang, plus sekardus indomie. Bner gak sih..??
Mungkin dia dan manajemennya berpikir, "Nggak masalah ayat-ayat Allah dijual, yang penting doku tebal.” Naudzhubillah. Mudah-mudahan sih tidak. Tapi ya nggak tahu juga sih. Ikutan di situ aja udah menunjukkan gimana kualitas sebenarnya. Kasihan banget!

Di acara Take Me Out edisi Ramadhan, emang baju pun sudah mulai berubah bentuk. Para perempuan yang semula pada pamer sekwilda (maaf, sekitar wilayah dada) dan bupati (buka paha tinggi-tinggi) sudah mulai ditertibkan. Celana panjang atau rok menutup lutut, dengan baju atasan yang tidak boleh terlalu terbuka menghiasi Take Me Out edisi Ramadhan dan Syawal. Tapi, biarpun para peserta udah mulai sopan gaya berbusananya, ternyata pembawa acara tetap cuek-cuek aja. Pundak, leher dan dada terbuka lebar tak masalah. Begitu juga dengan rok pendek di atas lutut tetap muncul di episode demi episode. Gaswat cing….:B


‘Islam Punya Jalan’

Bila berani mengatakan itu buruk, pasti ada yang baik. Bila mengatakan itu batil, pasti ada yang haq alias benar. Bila mengatakan itu tidak sesuai dengan syariat Allah, pasti ada yang sesuai. Iya kan? Yupz…Islam nggak cuma bisa nunjukkin dan mengkritik masalah tapi juga bisa menyodorkan solusi untuk masalah tersebut.

Dalam Islam, kewajiban menikahkan anak perempuan itu adalah menjadi tugas wali atau ayah gadis tersebut. Ayah inilah yang berusaha mencari laki-laki yang baik dan shalih sebagai suami puterinya. Bila karena satu dan lain hal, wali tidak bisa melakukan kewajibannya, maka tugas negara untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan hukum syariat. Iya toh..??

Bro en Sis, menjadi wanita itu mulia lho. Bahkan seorang ayah yang memiliki anak wanita yang dididik dengan Islam hingga menikahkannya dengan lelaki shalih, insya Allah jaminannya surga, lho. Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang memiliki tiga anak perempuan kemudian dia memberi nafkah sampai keduanya menikah atau meninggal dunia kecuali keduanya menjadi dinding baginya dari api neraka.” Seorang perempuan bertanya,”Apakah dua anak juga?” Rasul menjawab, “Atau dua anak perempuan.” (HR Thabrani)

Dalam riwayat lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Barangsiapa diuji dengan anak-anak perempuan ini, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka (anak-anak perempuan itu) menjadi benteng untuknya dari api neraka.”(HR Bukhari, Muslim).

Ketika laki-laki memilih perempuan, faktor takwa adalah utama. Bukan fisik, wajah, apalagi postur tubuh. Karena sesungguhnya, anugerah fisik itu adalah given alias udah dari sononya. Manusia nggak bisa memilih untuk punya hidung seindah Katie Holmes, misalnya. Atau mata seindah Katherine Zeta Jones. Ya udah, apa yang ada disyukuri saja dengan memanfaatkannya di jalan Allah. Bukan untuk mengumbar maksiat.

Ketika perempuan memilih laki-laki pun, bukan faktor pekerjaan dan gaji yang utama. Tapi lebih kepada kualitas diri yang bakal jadi calon qowwam atau pemimpin rumah tangga. Percuma juga punya penghasilan puluhan juta rupiah per bulannya tapi nggak bisa baca al-Quran. Punya mobil mewah mengkilap menggiurkan, tapi ternyata jarang sholat wajib. Aduh…. biar cakep dan tajir, pria jenis ini mah buang ke laut aja. Nggak banget gitu lho!

Iya kaan..??

'CINTA DALAM DIAM'



Banyak dari kita (eh maksudku kamu, gak termasuk aku) sering berkata: daripada mencintai orang yg kita gak siap menikah ama dia atau malu cintaku ditolak, aku lebih memilih mencintainya dalam diam. Biarlah kupendam cinta ini, dan hanya aku dan Allah saja yg tahu.

Dan untuk mendukung keyakinan mereka itu lalu diajukanlah dalil hadist berikut:
"Barang siapa yang jatuh cinta, lalu menyembunyikannya dan memelihara kesucian dirinya serta bersabar sampai dia meninggal dunia, maka dia adalah seorang yang mati syahid."

atau hadist dgn lafaz lain dari jalur yg sama, "Barang siapa yang jatuh cinta, lalu menahan dirinya hingga meninggal dunia, maka dia syahid."

maka aku bilang: heyyy hadist itu mesti dipahami dan ditelaah lagi apa makna sebenarnya. lalu kamu mesti cari dulu itu sumber hadistnya bagaimana sanadnya, jangan asal dijiplak lho yahh. lalu, itu hadist siapa perawinya...? apa kamu bisa jawab? Gak toh…

Boleh gak sih sbenernya ngungkapin perasaan suka atau prasaan cinta kita ke lain jenis? Bolehkah cewe bilang cinta ke cowo atau cowo bilang cinta ke cewe? Bagaimana islam memandang persoalan ini? Adakah larangannya dlm Alquran dan sunnah?
oke Yuk, kita analisa hal ini lebih detail.

Sampai saat ini saya sendiri belum menemukan dalil khusus utk larangan ngungkapin prasaan cinta atau suka kpd lain jenis. Ada sebagian orang, termasuk kamu mungkin neh, yg suka menyitir hadist tersebut utk hujjah dalam memendam cinta alias CINTA DALAM DIAM.

Dengan hadits itu maka para ustad dan admin-admin page islami itu menjadikan LARANGAN untuk tidak mengungkapkan perasaan cinta kpd lawan jenis, cukup dipendam saja, kalau dibawa sampai mati, maka matinya mati syahid. Eh emang mau tanggungjawab gak tuh orang yg bilang gitu kalu seandainya kamu mati beneran dan ternyata gak masuk surgaa..??

Dalil hadist itu didukung oleh banyaknya para ustad yg memberi tausyiahnya ke ABG, atau di page atau grup islami yg para adminnya pada semangat berkata: "Makanya kalo kamu lagi jatuh cinta gak perlu deh bilang-bilang ato ngungkapin perasaan kamu, tahan aja. Kalo itu berhasil kamu lakuin terus bikin kamu meninggal, ganjarannya syahid.

ahhh enak sekali kalu gitu. kalo gitu pendam aja cintamu ama sia dia sampai kamu tua, tidak menikah dan akhirnya mati. apa bener kamu akan masuk surga karena memendam cinta dalam diam..?? padahal tugas seorang pendakwah seperti ustad atau admin2 page di grup dakwah adalah menyampaikan kebenaran syariat islam berdasarkan sumber ayat dan hadist2 shahih, bukan hadist palsu yg tak jelas juntrungannya.

Maka disini akan berlaku hadist rasul yg lain: "seburuk-buruknya kalian adalah yg tidak menikah, dan sehina-hinanya mayat kalian adalah mayat pemuda yg mati dalm keadaan bujang' (HR.Abu dawud).
Nah lhooo mau bilang apa? masih mau bilang cintai dia dalam diam...?

Tapi benarkah hadits itu bisa diterima? Bagaimana dengan sanad hadist tersebut? Hasan atau shahih? Dhaif atau bahkan maudhu alais palsu..?

Mari kita lihat pendapat Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah tntng tersebut. ini saya ambilkan dari kitabnya Thibun Nabawi, bab tentang cinta.
"Jangan tertipu oleh hadits palsu yg mengatasnamakan Rasulullah yg diriwayatkan oleh Suwaid bin Said, dari Ali bin Mushir, dari Abu Yahya Al-Qattat, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, dari Nabi, diriwayatkan pula dari Aisyah dari Nabi. Diriwayatkan oleh Azzubair bin Bakr, dari Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Majisyun, dari Abdul Aziz bin Hazim, dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas dari Nabi bahwa beliau bersabda, 'Barang siapa jatuh cinta, lalu menjaga kesuciannya, lalu ia meninggal dunia, maka ia mati syahid'.

dan dalam riwayat lain disebutkan, "Barang siapa jatuh cinta (kasmaran), lalu ia menyembunyikan prasaannya, menjaga diri dan bersabar, akan Allah ampuni dosa2nya dan akan Allah masukkan ke dalam SurgaNya".

Apakah segampang itu kita mendapat predikat mati syahid? sedangkan saudara2 kita yg jelas-jelas berjihad di palestina dan suriah belum tentu predikatnya mati syahid lho.
Karena syahid itu sendiri ada 2 macam, syahid khusus dan syahid umum.
Syahid khusus adalah syahid fisabilillah, yaitu mati dalam perang jihad membela agama Allah.
dan syahid umum ada lima macam (gak perlu sya sebutkn satu-satu), tapi disebutkan dalam sebuah hadits shahih, dan mati karena tertikam panah asmara (cinta diam) tidak termasuk di dalamnya. Karena panah asmara bisa merupakan syirik terhadap Allah dalam cinta, merupakan hasil kelalaian terhadap Allah karena membiarkan hati, jiwa dan cinta kita menjadi milik selain Allah (kepada makhluk yg kamu sukai atau cintai). Maka bagaimana mungkin ia termasuk kedudukan yang mendatangkan mati syahid? Enak sekaleeee…

Bahaya cinta terhadap hati melebihi sesuatu. Ia bahkan dapat disebut sebagai khamernya rohani yang menyebabkan jiwa mabuk kepayang sehingga menghalanginya untuk berdzikir kepada Allah. Hati orang yang dirundung cinta dalam diam akan menjadi hamba kekasihnya. Cinta kasih itulah yang mengoptimalkan rasa tunduk, kecintaan dan kepasrahan mendalam. Maka bagaimana mungkin ketundukan hati kepada selain Allah dapat membawa seseorang kepada kedudukan mulia di kalangan ahli Tauhid, di kalangan pemuka dan orang istimewa di antara mereka."

Dalam kitab yang lain yg juga ditulis oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah yaitu ‘Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan memendam Rindu), ibnu jauziyah mengatakan tentang hadits tersebut dgn perkataan yg sama, bahwa hadits-hadits tersebut bukan dari Rasulullah SAW. Alias hadist PALSU !
Aku pun tak habis pikir kalau hadits-hadits tersebut bisa diterima alias berderajat Hasan atau Shahih.

Aku punya tiga alasan logis mengapa berkata seperti itu:

Pertama..
seandainya hadits tersebut bisa diterima saya punya cara yang singkat supaya bisa dapat gelar Syahid Gak perlu repot-repot pergi ke Palestina, Iraq, atau Afghanistan lalu bergabung bersama Mujahidin di sana untuk perang terus kamu ditembak atau kena bom lalu mati syahid. Ngga perlu, bikin capek aja, kesananya kan jg pake duit gak pake daun.

Gini caranya, Umbar pandangan ke akhwat atau cewe yang paling cantik di kampusmu, jangan yg jelek atau lumayan, tp pilih yg paling cantik yg katamu kamu cintai dalam diam. Lihat terus dengan seksama wajahnya yang cantik dan menggiurkan, biarkan terus jangan bergeming! Tatap terus, terus, dan terus, abaikan smua gangguan dari luar. Hati-hati jangan sampe ngiler! Kalo ngiler nanti wibawamu jatuh di depan gadis pujaanmu! Kalau ternyata sikapmu yang sedang mengumbar pandangan itu kepergok gadis pujaanmu yang sedang kamu pelototin itu, biarkan saja, balas dia dengan kedipan mata yang genit. Jangan pedulikan larangan Allah dalam Surah Annur ayat 31 tentang kewajiban menundukkan pandangan atau hadits Nabi tentang larangan pada pandangan yang kedua. Ngga apa-apa dosa dikit, nanti juga ditebus dengan matinya kamu sebagai syahid. Kan gitu kata hadistnya..?

Lalu kamu biarkan bibit-bibit cinta tumbuh di hatimu, tumbuh menjadi bunga cinta yang indah dan mengakar kuat di hatimu, biarkan pikiranmu melayang dan merasakan dalamnya cinta itu. Nah, setelah kamu jatuh cinta pada pandangan yang pertama dan kelamaan memandang tersebut, bayangkan si doi dimanapun berada, kalau bisa ingat-ingat doi di setiap waktu dan tempat, waktu mau makan, tidur, masuk WC. Setelah tubuhmu bergejolak tidak keruan gara gara cinta itu, karena hormon-hormon dalam tubuhmu bereaksi tidak seimbang dan tidak teratur, maka jadilah kamu sakit sampai menjelang sakaratul maut. Tapi ingat! tetap jangan ungkapkan perasaanmu ke si doi, Jangan bilang "Uhibbuki fillah", "I Love U", atau "aku cinta kamu", tapi sembunyikan dan tahan perasaan itu. Kalau gak, nantinya malah gak jadi mati syahid. Biarkan dirimu sekarat gara-gara cinta diammu itu sampai Malaikat maut menjemputmu.

Dan Selamat aku ucapkan! ketika jantungmu tak lagi berdetak, maka tubuhmu tak perlu lagi dimandikan, langsung dikuburkan saja, karena kamu telah "SYAHID"!
Itupun kalau engkau berkeyakinan dgn hujjah hadits tersebut adlah berderajat shahih atau paling tidak hasan.

Kedua..
Bila hadits-hadits tersebut diterima, maka akan menghapuskan keutamaan menikah yang merupakan Sunnah Rasulullah, bahkan beliaupun membenci orang yang tidak mau menikah dan menganggap bukan ummatnya bila tidak suka dengan Sunnah beliau. Sedangkan menikah itu sndiri merupakan anjuran bagi Ummat Islam, karena untuk melanjutkan keturunan, karena Rasulullah akan membanggakan ummatnya yang banyak jumlahnya di hari kiamat nanti.

Menikah bahkan merupakan Nishfuddiin (penggenap setengah dari agama) dan setengahnya lagi ada dalam ketaqwaan kepada Allah yg dijalani berdua bersama pasangan.
Maka keutamaan-keutamaan tersebut akan hilang dibenak seseorang yang telah jatuh cinta dan mestinya melanjutkan ke tahap akad nikah. Dia akan berpikir, "Buat apa nikah? mending saya pendam saja perasaan cinta ini dan saya akan sabar dengan perasaan ini. Akan kucintai dia dalam diam. Kemudian saya sembunyikan perasaan ini dan saya bawa perasaan ini sampai mati, kan saya mati syahid.
Itu klau kau tetep kekeh dengan dalil hadist tersebut.

Ketiga..
Jika hadits ini Shahih atau Hasan maka bakal ada berapa banyak orang yang jadi pengangguran, lalai dan enggan melakukan aktivitas karena menikmati tikaman panah asmara akibat CINTA DALAM DIAM dan menunggunya sampai dia sekarat dan mati syahid. Seandainya di suatu desa masyarakatnya banyak yang berpikir untuk mengambil ‘jalan singkat ke surga’ dengan menajdikan cinta dalam diam sebagai hujjahnya utk mati syahid. Tak ada keutamaan lagi dan tak ada alasan lagi untuk melakukan dakwah dan jihad, karena sudah punya cara untuk langsung masuk surga dengan menikmati tikaman panah cinta dalam diam yang mengantarkannya kepada mati syahid tersebut. Jadi untuk mati syahid tidak perlu dengan amalan-amalan yang berat seperti jihad atau dakwah atau yang lainnya, cukup dengan Cinta Dalam Diam kpd makhluk Allah yg cantik atau tampan itu.
Maka yg ada mah bukan mati syahid tapi sakit TBC alias Tekanan Batin Cinta. Hehe

Nah, apakah sekarang sudah terjawab pertanyaanmu : Boleh gak sih mengungkapkan perasaan suka atau perasaan cinta kita ke lain jenis?
Bila kita mendasarinya pada hadits hadits palsu yg sudah dipaparkan di atas maka tak ada larangannya untuk mengungkapkan perasaan kita pada lain jenis. Kisah Ali ibn Abi Thalib ra. dan Fathimah putri Rasulullah SAW yang baru mengungkapkan perasaan cintanya pada saat setelah menikah sebenarnya tidak bisa dijadikan dalil larangan mengungkapkan cinta sebelum nikah, karena dalam kisah tersebut tidak ada fi'il amr (kata kerja perintah) atau fi'il nahyi (kata kerja larangan) untuk memerintahkan memendam perasaan cinta atau larangan mengungkapkan perasaan cinta.

Jadi, setelah aku telusuri lebih jauh, aku buka-buka kitab bukhari, syarah hadistnya Ibnu Hajar Asqolani, dan bertanya kpd pakguru poncur Abuakmal, sampai saat ini aku belum menemukan dalil-dalil yang melarang untuk mengungkapkan perasaan cinta atau perintah memendam perasaan cinta, atau lebih populernya CINTA DALAM DIAM. Artinya, belum tentu orang yang mengungkapkan perasaan cinta kepada lain jenis walaupun bukan mahramnya dan bukan berniat utk pacaran adalah perbuatan fasiq.

Tapi Tunggu dulu!! Jangan dulu beranjak!! Mentang-mentang tak ada larangannya utk ngungkapin cinta kpd lawanjenis lantas kamu buru-buru pergi menghampiri si doi dan bilang I Love You.
Jangan buru-buru ngambil HP terus dengan sok-sokan ngirim SMS pake Bahasa Arab ke si doi "Uhibbuki Jiddan (Aku sangat mencintaimu)"!
Atau tiba-tiba pas lagi baca tulisan ini si doi lewat di hadapan kamu, terus dengan spontan kamu menjilati telapak tanganmu lalu memoles rambutmu yang acak-acakan dengan telapak tanganmu berlumur air liur tersebut biar keliatan ganteng, kemudian menghampirinya dan bilang "Sebenarnya sudah lama aku mencintaimu." Ckckckck..janga ngitu yah..

Sabar, masih ada pertimbangan lain. Yaitu pertimbangan maslahat dan mudhorot.
Artinya, ketika kita mengungkapkan perasaan cinta kita kepada seseorang yang kita cintai saat itu jg mesti dibarengi dengan memikirkan efek jangka panjangnya, gak asal ngungkapin. Memendam perasaan cinta yang mendalam kemudian menimbulkan efek "Penyakit hati" atau lebih tepatnya zina hati, yang kemudian membuat kita lalai dgn dzikir kepada Allah.

Allah sudah memperingatkan:

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya..."(Qs.An Nur, 30)

Kemudian dilanjutkan ayat berikutnya…

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya..."(Qs.An nur, 31).

Maka begitu juga bila perasaan cinta itu diungkapkan, apalagi kalau cintanya gayung bersambut, akan memperkuat dan memperdalam rasa cinta kita pada sang kekasih, efeknya tidak jauh beda dengan ketika kita mengumbar pandangan. Kalau hanya bertepuk sebelah tangan efeknya pun bisa jadi tidak jauh beda, justru bisa jadi malah tambah semangat untuk mengejar sic anti atau si tampan tersebut agar mau menerima cintanya, usaha yang dilakukan pun tidak tanggung-tanggung, yang pada ujungnya malah melalaikannya untuk mencintai Allah.

Mengungkapkan perasaan cinta kepada lain jenis yang belum menjadi mahramnya adalah kesempatan besar untuk men-tarbiyah diri dan menumbuh suburkan perasaan cinta kepada selain Allah. Bahkan efek "penyakit hati" bisa jadi lebih berbahaya dari penyakit badan. Bahkan tak jarang menjurus kepada syirik mahabbah (cinta), seperti dalam firmanNya : “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah” (QS. Al-Baqarah : 165).
Tuh kaannn..?!

Sekali lagi : Boleh gak sih mengungkapkan perasaan suka atau perasaan cinta kita ke lain jenis? Walau secara tegas dan khusus belum ditemukan larangannya dan keutamaannya dalam Al-Quran dan sunnah, namun di sisi lain kita harus mempertimbangkan dari segi maslahat dan mudhorotnya. Saya yakin, teman-temanku yang membaca tulisan ini bisa memikirkannya dengan hati yang jernih dan dengan akal yang sehat. Menganalisanya dengan cermat dan menggunakan ketajaman berpikir dengan otak kanan.

Jadi kalu ada pertanyaan : mas wik, jadi lebih baik mana, Cinta yg diungkapkan atau dipendam ya?
Kujawab: carilah mana yang lebih maslahat buatmu dan mana yang mudhorotnya lebih kecil..! gitu ajah.

Oke guys, segitu dulu yah.. kalau ada yg mau ditanyakan kirim aja sms ke nomor hpku atau datang kerumahku langsung, jangan lupa bawa teh ama gula :p


wallahualam bishowab.
Salam tauhid satu jari...cheers *.*

Sabtu, 24 Agustus 2013

*TIGA LAMARAN CINTA *



Namanya Suyati Binti Mahmud. Cewek desa yg MACAN alias Masya Allah cantiknya, energik, supel, gaul, pede dahsyat, tapi otaknya rada oon.

Hari ini suyati lagi galau berat tingkat dewa. Pasalnya, ada 3 cowok mendadak melamarnya pada saat yg hampir bersamaan. Tidak ada kebingungan yg lebih membingungkan selain kebingungan menentukan pilihan, apalagi ini pilihan tentang jodoh.


Cowok pertama bernama Ardi. Dikenalnya pas nonton topeng monyet di alun-alun kota. Waktu itu ardi yg lagi asik merekam pakai handycam, gak sengaja menginjak kaki suyati yg imut bersandal jepit.


“Adooowwww…”, teriak suyati kesakitan.

Ardi menoleh. Mata mereka beradu pandang. Ardi terpana sesaat, sebaliknya suyati malah mengulurkan tangan.


“Saya Suyati, kamu siapa? Mau batu giok..?” suyati mengulurkan sebuah batu giok yg tadi dicomotnya dari pedagang yg jualan di alun-alun itu.


Ardi tersenyum heran. “Batu giok? Oh siapa takut? Saya ardi, seneng dapet batu giok dari kamu. Emmm kaki kamu enggak papa kan?”

Mendengar suara dan tatapan mata ardi, sebenarnya suyati kelepek-kelepek juga. Udah lebih dari 2 tahun dia haus tatih tayang sejak putus dengan pacarnya. Tapi, demi imej yg kudu dijaga dan langit yg mesti dijunjung, juga demi iman dan imin yg harus kuat biar syaiton terkutuk itu mental jauh-jauh, maka Suyati menggoyangkan  dan menggerak-gerakkan 10 jari kakinya yg lentur.

“Tuh enggak papa..”, kata suyati kemudian. Busyet, itu kuku kaki gue kok item ngejuntai gini sih? Batin suyati. Lalu dia mengalihkan perhatian dengan berkata,

“Bagus enggak batu gioknya?” tunjuknya tiba-tiba ke tangan ardi. Tatapan ardipun beralih dari kaki suyati ke batu giok.

“Bagus kok…”, keduanya diam sebentar.

Ardi memperhatikan wajah suyati dengan cermat. Tahi lalat kamu di samping hidung ngejual banget, kiut…manis…enggak banyak kerutan.

Disisi lain, suyati juga menganalisa sosok ardi. Hmmmm…cukup menyenangkan, tapi keknya doi banyak utang deh, kredit macet, asset disita, playboy cap duren tiga.

“Anak kamu udah berapa..?”, tanya ardi kemudian.

“Anak…? Gue mah singgel tauk. Belum nikah tuh! Kenapa? Emang body gue bahenol yak?”, jawab suyati. Pedenya keluar dengan sempurna.

Ardi mengerenyit. Dalam hati berkata: iya, bahenol. Badan Hebat Otak Nol.

“Ennngggggg….gimana yah..”, belum sempat ardi melanjutkan ucapannya, suyati malah mendadak lari terbirit-birit.

Tiba-tiba dari belakang ada seorang pemuda menepuk bahu ardi.

“Mas, batu giok itu belum dibayar….”

Ardi menoleh. Ia kaget setengah mateng ngeliat muka si pemuda yg tertutup kain putih, ardi ikutan ngaciiirrr. Doi emang phobia ama kain putih, karena mengingatkan ama kebaya neneknya yg selalu bau pesing.

Ardi dan suyati ternyata ketemu di tempat persembunyian yg sama, ngumpet di kolong meja warung cendol.

“Siang-siang kok pocongan seh tuh orang…”, kata ardi ngos-ngosan.

“Mene ketehe…”, ceplos suyati yg lebih takut dikejar debt kolektor daripada hantu jadi-jadian.


Nah, begitulah cerita perkenalan Ardi dan suyati. Sejak kejadian itu mereka deket. Ardi yg seorang fotographer dan berkumis tipis itu merasa menemukan sosok periang bersama Suyati. Dan tepat 3 hari setelah perkenalan itu, ardi meminta suyati jadi istrinya.

Tapi dasar suyati yang sok jual mahal dan jinak jinak burung hantu, lamaran ardi digantung gitu aja. Sikap yg sekaligus bikin cowok-cowok geregetan pengin nonjok. Ibunya suyati bahkan pernah menyindir sikap suyati yg ‘mau tapi enggak mau’ nya itu.

“SUYATIH…sampe kapan kamyu jadi begindang heh ? (nyokap suyati ternyata juga gaul euy!). Liat tuh tantemu, di hari tua kerjaannya cuma ngitungin ekor kambing yg lewat didepan rumah. Coba kalu dulu dia kawin, eh nikah, enggak bakal kesepian deh hidupnya…”.

Tapi apa kata Suyati..?

“Calm down mamih. Jodoh itu complicated. Suy mesti dalem mikirnya kalu soal jodoh, gak kayak milih bakwan di pasar. Bae the wae, meski tuwir-tuwir gene, Suy kan masih bisa ‘ngejaga’ yang satu itu. Mamih mestinya bangga dwong. Guwe gito loh..!”, sekali lagi, gaya pede suyati keluar.

‘Iye iye..tapi inget yee, virgin itu aja enggak cukup buat modal cinta apalagi perkawinan. Jangan sombong dengan ke-tingting-an kamu ituh. Tentukan pihanmu dari sekarang. Trus bikin cucu buat mamih. Eh..tolong ambilin pencukur bulu di kamar mamih dong…!” (????)  :D :D

*****

Tak lama setelah itu, hadir cowok kedua dalam hidup Suyati. Namanya Miftakh. Cowok flamboyan yg katanya anti makan sayur-sayuran itu paling demen ama dugem. Mereka ketemunya gak sengaja didalam lift di gedung rumah sakit. Niat Suyati menuju ke lantai 3 sambil menenteng sebuah map.

Waktu didalam lift itu Cuma ada mereka berdua. Saat itu suyati melihat ada sebuah permen karet Buble Gum kesukaannya menggelepar dilantai seolah minta diadopsi. Tanpa membuang kesempatan dan tanpa rasa malu, suyati berjongkok mengambilnya. Tapi sayang, mapnya jatuh dan kertas berhamburan didalam lift.

Miftakh berusaha menolong merapikan kertas yg berserakan di lantai. Tangannya gak sengaja bersentuhan dengan tangan suyati (ih persis kayak sinetron deh). Tapi pas suyati mendongak, tepat saat itu matanya kelilipan. Suyati mengedip-ngedipkan matanya 2x utk mengusir perih. Ting ting ! dan kedipan suyati itu disalahartikan oleh miftakh. Suatu kedipan yg dimaknai sebuah ‘undangan’ oleh miftakh.

“Boleh tau nor hape kamu?”, miftakh mulai menebar senyum buayanya.

“Apah..?”, jawab suyati lugu, persis lutung gunung gayanya. Tangannya tak henti mengucek-ucek matanya.

Miftakh pelan-pelan mendekat hendak membantu meniup mata suyati. Niat itu secara reflek ditepis oleh suyati. Miftakh pantang mundur, dia berniat baik mau membantu suyati meniup debu yg masuk ke matanya. Tapi niat baik miftakh jadi boomerang buat dirinya. Dengan gaya sok lembut dia mendekat lagi ke wajah suyati hendak meniup matanya. Tapi Miftakh malah mendapati bunyi PLAK! Pada pipi kirinya.

Sebelum keluar dari lift, suyati masih sempat berjongkok mengambil kembali permen karet yg jadi biang kerok itu. Lalu melambaikan tangan mengucap salam perpisahan: “bye cowok….”. suyati mengibaskan rambutnya sekali, lalu berlalu dari hadapan miftakh.

Dua hari kemudian, suyati mendapati di meja kerjanya sebuah buket bunga mawar berpita ungu, dan satu boks nasi timbel komplit plus dengan es krim dan buah-buahan. Didalamnya ada tulisan:

Aku suka kamu,
Mau gak kamu menemani hidupku sampai hari kiamat?!
Luv, Miftakh.

******

Dan cowok ketiga itu adalah…Pria bule blasteran Perancis-Depok. Namanya John Badrun. John adalah nama perancisnya, sedangkan Badrun adalah nama jawanya.  Tapi dia lebih suka dipanggil ‘Badrun’ saja, lebih merakyat katanya.  Badrun adalah sosok pemuda kota. Tipe cowok stereotip alias manusia yg resah dengan kehidupan nya didunia sekaligus pasrah kepada kehendak Yang Maha Kuasa. Intinya: Sholeh tapi gaul. 

Badrun muncul ketika suyati sedang bingung dikejar terror deadline oleh dua cowok sebelumnya. Ia yg memberitahukan bahwa daya tarik suyati justru pada sikapnya yg seolah-olah enggak butuh pendamping hidup. Anget-anget tahi ayam, eh maksudnya anget-anget serabi oncom, gitu istilahnya. Mau tapi enggak ngotot.

Mereka berkenalan waktu suyati bersama keponakannya ikutan lomba adu jangkrik di halaman sebuah mall.

“Ayo jengky majuuuu..! Wooyyy..jalan atuh, aduh jangkrik sialan. Kenapa diem aja sih!”, suyati memberi semangat pada serangga kecil berwarna hitam bergender jantan itu.

Si Jengky yang lemot dan kebingungan mendengar teriakan suyati malah menabrak tripleks pembatas arena adu jangkrik.

“Koooeerang ajar manusia-manusia sinting ini. Bikin puzing aza. Awa lu gue gigit nanti..!”, ancam si jengky yg bahasanya hanya bisa dimengerti oleh semut disebelahnya.

“Apa lo bilang..?”, kata si Semut bohai.

“Enggak. Hihihihi….”, jawab jengky tersipu centil.

“Tante, si jengky kayaknya mesti ditiup dulu biar ngejoss energinya..”, usul semut itu yg membawa efek brutal pada darah muda jengky. Jengky melenting bak meteor menerjang lawannya, tapi dia salah gerak. Harusnya jengky menggigit lawannya tapi doi malah mengepakkan sayapnya, terbang melenting keluar dari pembatas tripleks. Tuiiinnnnggg…selanjutnya…

“PLok…!”, si jengky nancep tepat di pangkuan John Badrun yg sedang duduk sambil dikerubuti cewek-cewek cantik dalam upaya mencari perhatian badrun.

“Astaghfirullaahhh…”, ucap Badrun. “Siapa namamu, nduk..?”, Tanya Badrun kepada si jengky yg sempoyongan di pangkuannya.

“Ummmm..maap itu jangkrik saya..”, kata suyati tanpa basa basi sambil langsung mengambil jengky dari pangkuan cowok itu yg tampaknya ingin menjodohkan tuannya dengan John Badrun.

Ketika jengky dipaksa bertarung lagi di ronde berikutnya, doi malah terbang dan mendarat kembali di pangkuan badrun.

“JENGKY..jangan ganjen ah! Gue semprot lu pakai baygon ntar yee…!”, suyati berusaha menarik-narik jengky dari pangkuan badrun karena kakinya merekat di celana panjang badrun jadi agak susah diangkat.

“JANGAAANN..Tante!”, jerit keponakan suyati histeris.

Si jengky tetap enggan beranjak. Kakinya justru dipancang lebih kuat di celana panjang badrun.

“Udah..biarin ajah. Lebih baik kita ngopi-ngopi dulu disini..”, ajak badrun yg membuat cemburu cewek-cewek di sekelilingnya.

“iiihhh..ogah!”, ujung mata suyati melirik ke sosok ‘dayang-dayang’ yg mengelilingi badrun. 
“Gue bukan penganut poligami tauk..!”, lalu suyati ngeloyor pergi.

Sebelum bener-bener lenyap, suyati berpaling: “Oiya, tolong nanti kembaliin jangkrik gue kalu dia udah jinak”.

John badrun yg tinggi mengejar langkah suyati. Si jengky yg masih nyangkut di paha badrun otomatis ikut. “Non, 3 dikali 4 sama dengan berapa..?”.

Suyati meski jutek tapi sempat menjawab: “Lima belas..!”.

“Kalau aku melamar kamu sekarang gimana? Secoro, aku juga penganut monogami kok!”.

Kejadian sebenarnya adalah: suyati dilamar on the spot. Bahwa sebenarnya ada konspirasi antara John Badrun dengan ponakan suyati. Karena blognya suyati udah dibaca Badrun sebelumnya. Sejak saat itulah mereka jadi akrab.

So..?? Kelompok yg tersingkir memilih pulang kerumah masing-masing. Mereka adalah korban hukum sebab akibat.
Cogito Ergo Sum, itu bahasa perancisnya. Artinya : Bego Lo Sum..! (eh enggak ding, ngawur aja kok :D ).


***********

Setelah 3 kejadian beruntun dari 3 cowok itu hadir dikehidupan suyati, dia menerima sms hamper setiap menit yg isinya tuntutan jawaban secepatnya dari lamaran 3 cowok tersebut. HP bukan saja menjadi sarana tercepat dalam berkomunikasi, tapi juga sebagai alat menteror paling efektif bagi kelompok cowok dan cewek paranoid yg menunggu cintanya dibalas, sekaligus mencaci maki saingannya seenak udele dewek.

SMS dari Ardi, Miftakh, Badrun :
“MANA JAWABANNYA…!!! DAH KAKU NEH JEMPOL KITE MENCET TOMBOL HAPE. BURUAN SAY…!”

SMS dari nomor tak dikenal:
“Heh Suketi eh suyati ! ihh..nama lo kampring banget seh? Hmmm, gue mo nulis apa yak? O iya..lo jangan coba-coba mencaplok laki gue yah , Awas! Kayak kebagusan aja lo. Catet neh, gue tunangannya Miftakh. Jangan ganggu hidup gue. En satu lagi, ada amanat dari Vina pacaranya John Badrun: MENYINGKIR atao Lo MATI ! Oke..? Pizz !”.


Suyati disms begito bukannya sakit hati dan marah tapi malah nyengir kegirangan. “Miftakh dan Badrun ternyata punya cewek? Asyiikkk, hilang deh dua virus pengganggu hari-hari gue”.

SMS masuk lagi:
“Hay sayang, dah maem belom neh..? Aku Etty, istrinya Ardi. Udah 10 tahun lho kita menikah. Tapi Ardi letoy. Aku justru bergairah ama cewek. Kita pacaran yuukkkk? Muach…!”


“Busyet..enggak sudi. Masa terong makan terong…”, umpat suyati.

Tiba-tiba ada suara teriakan dari mamanya suyati.

“SUYATIIIIHHH…! Tolong ituh sayur asemnya dipanasin. Trus kamu ulek tuh sambel. Si papih mo pulang dan bagi-bagi duit THR. CEPET..!!!”.

“ D-U-I-T..?? Siap mamih. 86 laksanakan. Bentar lagi suy kerjakan!”.

Seolah dapat inspirasi, suyati pun membalas ketiga sms tersebut kepada 3 cowok lekong itu: “LAMARAN LO GUE TOLAK. PRET…!!!”.

Sms dikirim. Sepuluh detik kemudian sms tersebut sampai ke hp 3 pengirim tadi. Saat itu adalah malam hari dan hujan turun dengan deras. Saat sms dibuka dan dibaca, ketiga pembaca sms itu lemes seketika. Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa? KENAPAAAAAAAAAA….?????!!!! Teriakan merekapun dijawab oleh gelegar petir dan lampu padam.


TAMAT