Namanya Suyati Binti Mahmud. Cewek desa yg MACAN alias Masya Allah cantiknya, energik, supel, gaul, pede dahsyat, tapi otaknya rada oon.
Hari ini suyati lagi galau berat tingkat dewa. Pasalnya, ada 3 cowok mendadak melamarnya pada saat yg hampir bersamaan. Tidak ada kebingungan yg lebih membingungkan selain kebingungan menentukan pilihan, apalagi ini pilihan tentang jodoh.
Cowok
pertama bernama Ardi. Dikenalnya pas nonton topeng monyet di alun-alun kota.
Waktu itu ardi yg lagi asik merekam pakai handycam, gak sengaja menginjak kaki
suyati yg imut bersandal jepit.
“Adooowwww…”, teriak suyati kesakitan.
Ardi
menoleh. Mata mereka beradu pandang. Ardi terpana sesaat, sebaliknya suyati
malah mengulurkan tangan.
“Saya Suyati,
kamu siapa? Mau batu giok..?” suyati mengulurkan sebuah batu giok yg tadi dicomotnya
dari pedagang yg jualan di alun-alun itu.
Ardi
tersenyum heran. “Batu giok? Oh siapa takut? Saya ardi, seneng dapet batu giok dari
kamu. Emmm kaki kamu enggak papa kan?”
Mendengar
suara dan tatapan mata ardi, sebenarnya suyati kelepek-kelepek juga. Udah lebih
dari 2 tahun dia haus tatih tayang sejak putus dengan pacarnya. Tapi, demi imej
yg kudu dijaga dan langit yg mesti dijunjung, juga demi iman dan imin yg harus
kuat biar syaiton terkutuk itu mental jauh-jauh, maka Suyati menggoyangkan dan menggerak-gerakkan 10 jari kakinya yg
lentur.
“Tuh enggak
papa..”,
kata suyati kemudian. Busyet, itu kuku kaki gue kok item ngejuntai
gini sih? Batin suyati. Lalu dia mengalihkan perhatian dengan berkata,
“Bagus enggak
batu gioknya?”
tunjuknya tiba-tiba ke tangan ardi. Tatapan ardipun beralih dari kaki suyati ke
batu giok.
“Bagus kok…”, keduanya diam sebentar.
Ardi
memperhatikan wajah suyati dengan cermat. Tahi lalat kamu di samping hidung ngejual
banget, kiut…manis…enggak banyak kerutan.
Disisi
lain, suyati juga menganalisa sosok ardi. Hmmmm…cukup menyenangkan, tapi keknya doi
banyak utang deh, kredit macet, asset disita, playboy cap duren tiga.
“Anak kamu
udah berapa..?”,
tanya ardi kemudian.
“Anak…? Gue
mah singgel tauk. Belum nikah tuh! Kenapa? Emang body gue bahenol yak?”, jawab suyati. Pedenya
keluar dengan sempurna.
Ardi
mengerenyit. Dalam hati berkata: iya, bahenol. Badan Hebat Otak Nol.
“Ennngggggg….gimana
yah..”,
belum sempat ardi melanjutkan ucapannya, suyati malah mendadak lari
terbirit-birit.
Tiba-tiba
dari belakang ada seorang pemuda menepuk bahu ardi.
“Mas, batu
giok itu belum dibayar….”
Ardi
menoleh. Ia kaget setengah mateng ngeliat muka si pemuda yg tertutup kain
putih, ardi ikutan ngaciiirrr. Doi emang phobia ama kain putih, karena
mengingatkan ama kebaya neneknya yg selalu bau pesing.
Ardi
dan suyati ternyata ketemu di tempat persembunyian yg sama, ngumpet di kolong
meja warung cendol.
“Siang-siang
kok pocongan seh tuh orang…”, kata ardi ngos-ngosan.
“Mene ketehe…”, ceplos suyati yg lebih
takut dikejar debt kolektor daripada hantu jadi-jadian.
Nah, begitulah cerita perkenalan Ardi dan suyati. Sejak kejadian itu mereka deket. Ardi yg seorang fotographer dan berkumis tipis itu merasa menemukan sosok periang bersama Suyati. Dan tepat 3 hari setelah perkenalan itu, ardi meminta suyati jadi istrinya.
Tapi
dasar suyati yang sok jual mahal dan jinak jinak burung hantu, lamaran ardi
digantung gitu aja. Sikap yg sekaligus bikin cowok-cowok geregetan pengin
nonjok. Ibunya suyati bahkan pernah menyindir sikap suyati yg ‘mau tapi enggak mau’ nya itu.
“SUYATIH…sampe
kapan kamyu jadi begindang heh ? (nyokap suyati ternyata juga gaul euy!).
Liat
tuh tantemu, di hari tua kerjaannya cuma ngitungin ekor kambing yg lewat
didepan rumah. Coba kalu dulu dia kawin, eh nikah, enggak bakal kesepian deh
hidupnya…”.
Tapi
apa kata Suyati..?
“Calm down
mamih. Jodoh itu complicated. Suy mesti dalem mikirnya kalu soal jodoh, gak
kayak milih bakwan di pasar. Bae the wae, meski tuwir-tuwir gene, Suy kan masih
bisa ‘ngejaga’ yang satu itu. Mamih mestinya bangga dwong. Guwe gito loh..!”, sekali lagi, gaya pede
suyati keluar.
‘Iye iye..tapi
inget yee, virgin itu aja enggak cukup buat modal cinta apalagi perkawinan.
Jangan sombong dengan ke-tingting-an kamu ituh. Tentukan pihanmu dari sekarang.
Trus bikin cucu buat mamih. Eh..tolong ambilin pencukur bulu di kamar mamih
dong…!” (????) :D :D
*****
Tak
lama setelah itu, hadir cowok kedua dalam hidup Suyati. Namanya Miftakh. Cowok
flamboyan yg katanya anti makan sayur-sayuran itu paling demen ama dugem.
Mereka ketemunya gak sengaja didalam lift di gedung rumah sakit. Niat Suyati
menuju ke lantai 3 sambil menenteng sebuah map.
Waktu
didalam lift itu Cuma ada mereka berdua. Saat itu suyati melihat ada sebuah
permen karet Buble Gum kesukaannya menggelepar dilantai seolah minta diadopsi.
Tanpa membuang kesempatan dan tanpa rasa malu, suyati berjongkok mengambilnya.
Tapi sayang, mapnya jatuh dan kertas berhamburan didalam lift.
Miftakh
berusaha menolong merapikan kertas yg berserakan di lantai. Tangannya gak
sengaja bersentuhan dengan tangan suyati (ih persis kayak sinetron deh). Tapi
pas suyati mendongak, tepat saat itu matanya kelilipan. Suyati mengedip-ngedipkan
matanya 2x utk mengusir perih. Ting ting ! dan kedipan suyati itu disalahartikan
oleh miftakh. Suatu kedipan yg dimaknai sebuah ‘undangan’ oleh miftakh.
“Boleh tau
nor hape kamu?”,
miftakh mulai menebar senyum buayanya.
“Apah..?”, jawab suyati lugu, persis
lutung gunung gayanya. Tangannya tak henti mengucek-ucek matanya.
Miftakh
pelan-pelan mendekat hendak membantu meniup mata suyati. Niat itu secara reflek
ditepis oleh suyati. Miftakh pantang mundur, dia berniat baik mau membantu
suyati meniup debu yg masuk ke matanya. Tapi niat baik miftakh jadi boomerang
buat dirinya. Dengan gaya sok lembut dia mendekat lagi ke wajah suyati hendak meniup
matanya. Tapi Miftakh malah mendapati bunyi
PLAK! Pada pipi kirinya.
Sebelum
keluar dari lift, suyati masih sempat berjongkok mengambil kembali permen karet
yg jadi biang kerok itu. Lalu melambaikan tangan mengucap salam perpisahan: “bye
cowok….”. suyati mengibaskan rambutnya sekali, lalu berlalu dari
hadapan miftakh.
Dua
hari kemudian, suyati mendapati di meja kerjanya sebuah buket bunga mawar
berpita ungu, dan satu boks nasi timbel komplit plus dengan es krim dan
buah-buahan. Didalamnya ada tulisan:
Aku suka
kamu,
Mau gak kamu menemani hidupku sampai hari kiamat?!
Luv, Miftakh.
Mau gak kamu menemani hidupku sampai hari kiamat?!
Luv, Miftakh.
******
Dan
cowok ketiga itu adalah…Pria bule blasteran
Perancis-Depok. Namanya John Badrun. John adalah nama perancisnya, sedangkan
Badrun adalah nama jawanya. Tapi dia
lebih suka dipanggil ‘Badrun’ saja,
lebih merakyat katanya. Badrun adalah
sosok pemuda kota. Tipe cowok stereotip alias manusia yg resah dengan kehidupan
nya didunia sekaligus pasrah kepada kehendak Yang Maha Kuasa. Intinya: Sholeh
tapi gaul.
Badrun
muncul ketika suyati sedang bingung dikejar terror deadline oleh dua cowok
sebelumnya. Ia yg memberitahukan bahwa daya tarik suyati justru pada sikapnya
yg seolah-olah
enggak butuh pendamping hidup. Anget-anget tahi ayam, eh maksudnya anget-anget
serabi oncom, gitu istilahnya. Mau tapi enggak ngotot.
Mereka
berkenalan waktu suyati bersama keponakannya ikutan lomba adu jangkrik di
halaman sebuah mall.
“Ayo jengky
majuuuu..! Wooyyy..jalan atuh, aduh jangkrik sialan. Kenapa diem aja sih!”, suyati memberi semangat
pada serangga kecil berwarna hitam bergender jantan itu.
Si
Jengky yang lemot dan kebingungan mendengar teriakan suyati malah menabrak
tripleks pembatas arena adu jangkrik.
“Koooeerang
ajar manusia-manusia sinting ini. Bikin puzing aza. Awa lu gue gigit nanti..!”, ancam si jengky yg
bahasanya hanya bisa dimengerti oleh semut disebelahnya.
“Apa lo
bilang..?”,
kata si Semut bohai.
“Enggak.
Hihihihi….”,
jawab jengky tersipu centil.
“Tante, si
jengky kayaknya mesti ditiup dulu biar ngejoss energinya..”, usul semut itu yg membawa
efek brutal pada darah muda jengky. Jengky melenting bak meteor menerjang
lawannya, tapi dia salah gerak. Harusnya jengky menggigit lawannya tapi doi
malah mengepakkan sayapnya, terbang melenting keluar dari pembatas tripleks. Tuiiinnnnggg…selanjutnya…
“PLok…!”, si jengky nancep tepat di
pangkuan John Badrun yg sedang duduk sambil dikerubuti cewek-cewek cantik dalam
upaya mencari perhatian badrun.
“Astaghfirullaahhh…”,
ucap
Badrun. “Siapa namamu, nduk..?”, Tanya Badrun kepada si jengky yg
sempoyongan di pangkuannya.
“Ummmm..maap
itu jangkrik saya..”,
kata suyati tanpa basa basi sambil langsung mengambil jengky dari pangkuan
cowok itu yg tampaknya ingin menjodohkan tuannya dengan John Badrun.
Ketika
jengky dipaksa bertarung lagi di ronde berikutnya, doi malah terbang dan
mendarat kembali di pangkuan badrun.
“JENGKY..jangan
ganjen ah! Gue semprot lu pakai baygon ntar yee…!”, suyati berusaha
menarik-narik jengky dari pangkuan badrun karena kakinya merekat di celana
panjang badrun jadi agak susah diangkat.
“JANGAAANN..Tante!”, jerit keponakan suyati
histeris.
Si
jengky tetap enggan beranjak. Kakinya justru dipancang lebih kuat di celana
panjang badrun.
“Udah..biarin
ajah. Lebih baik kita ngopi-ngopi dulu disini..”, ajak badrun yg membuat
cemburu cewek-cewek di sekelilingnya.
“iiihhh..ogah!”, ujung mata suyati melirik
ke sosok ‘dayang-dayang’ yg mengelilingi badrun.
“Gue bukan penganut poligami tauk..!”, lalu suyati ngeloyor pergi.
“Gue bukan penganut poligami tauk..!”, lalu suyati ngeloyor pergi.
Sebelum
bener-bener lenyap, suyati berpaling: “Oiya, tolong nanti kembaliin jangkrik gue
kalu dia udah jinak”.
John
badrun yg tinggi mengejar langkah suyati. Si jengky yg masih nyangkut di paha
badrun otomatis ikut. “Non, 3 dikali 4 sama dengan berapa..?”.
Suyati
meski jutek tapi sempat menjawab: “Lima belas..!”.
“Kalau aku
melamar kamu sekarang gimana? Secoro, aku juga penganut monogami kok!”.
Kejadian
sebenarnya adalah: suyati dilamar on the spot. Bahwa sebenarnya ada konspirasi
antara John Badrun dengan ponakan suyati. Karena blognya suyati udah dibaca
Badrun sebelumnya. Sejak saat itulah mereka jadi akrab.
So..?? Kelompok yg tersingkir memilih pulang kerumah masing-masing. Mereka adalah korban hukum sebab akibat.
Cogito Ergo Sum, itu bahasa perancisnya. Artinya : Bego Lo Sum..! (eh enggak ding, ngawur aja kok :D ).
So..?? Kelompok yg tersingkir memilih pulang kerumah masing-masing. Mereka adalah korban hukum sebab akibat.
Cogito Ergo Sum, itu bahasa perancisnya. Artinya : Bego Lo Sum..! (eh enggak ding, ngawur aja kok :D ).
***********
Setelah
3 kejadian beruntun dari 3 cowok itu hadir dikehidupan suyati, dia menerima sms
hamper setiap menit yg isinya tuntutan jawaban secepatnya dari lamaran 3 cowok
tersebut. HP bukan saja menjadi sarana tercepat dalam berkomunikasi, tapi juga
sebagai alat menteror paling efektif bagi kelompok cowok dan cewek paranoid yg
menunggu cintanya dibalas, sekaligus mencaci maki saingannya seenak udele
dewek.
SMS
dari Ardi, Miftakh, Badrun :
“MANA JAWABANNYA…!!! DAH KAKU NEH JEMPOL KITE MENCET TOMBOL HAPE. BURUAN SAY…!”
“MANA JAWABANNYA…!!! DAH KAKU NEH JEMPOL KITE MENCET TOMBOL HAPE. BURUAN SAY…!”
SMS
dari nomor tak dikenal:
“Heh Suketi eh suyati ! ihh..nama lo kampring banget seh? Hmmm, gue mo nulis apa yak? O iya..lo jangan coba-coba mencaplok laki gue yah , Awas! Kayak kebagusan aja lo. Catet neh, gue tunangannya Miftakh. Jangan ganggu hidup gue. En satu lagi, ada amanat dari Vina pacaranya John Badrun: MENYINGKIR atao Lo MATI ! Oke..? Pizz !”.
“Heh Suketi eh suyati ! ihh..nama lo kampring banget seh? Hmmm, gue mo nulis apa yak? O iya..lo jangan coba-coba mencaplok laki gue yah , Awas! Kayak kebagusan aja lo. Catet neh, gue tunangannya Miftakh. Jangan ganggu hidup gue. En satu lagi, ada amanat dari Vina pacaranya John Badrun: MENYINGKIR atao Lo MATI ! Oke..? Pizz !”.
Suyati disms begito bukannya sakit hati dan marah tapi malah nyengir kegirangan. “Miftakh dan Badrun ternyata punya cewek? Asyiikkk, hilang deh dua virus pengganggu hari-hari gue”.
SMS
masuk lagi:
“Hay sayang, dah maem belom neh..? Aku Etty, istrinya Ardi. Udah 10 tahun lho kita menikah. Tapi Ardi letoy. Aku justru bergairah ama cewek. Kita pacaran yuukkkk? Muach…!”
“Hay sayang, dah maem belom neh..? Aku Etty, istrinya Ardi. Udah 10 tahun lho kita menikah. Tapi Ardi letoy. Aku justru bergairah ama cewek. Kita pacaran yuukkkk? Muach…!”
“Busyet..enggak
sudi. Masa terong makan terong…”, umpat suyati.
Tiba-tiba
ada suara teriakan dari mamanya suyati.
“SUYATIIIIHHH…!
Tolong ituh sayur asemnya dipanasin. Trus kamu ulek tuh sambel. Si papih mo
pulang dan bagi-bagi duit THR. CEPET..!!!”.
“ D-U-I-T..??
Siap mamih. 86 laksanakan. Bentar lagi suy kerjakan!”.
Seolah
dapat inspirasi, suyati pun membalas ketiga sms tersebut kepada 3 cowok lekong
itu: “LAMARAN LO GUE TOLAK. PRET…!!!”.
Sms
dikirim. Sepuluh detik kemudian sms tersebut sampai ke hp 3 pengirim tadi. Saat
itu adalah malam hari dan hujan turun dengan deras. Saat sms dibuka dan dibaca,
ketiga pembaca sms itu lemes seketika. Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa?
KENAPAAAAAAAAAA….?????!!!! Teriakan merekapun dijawab oleh gelegar petir dan lampu
padam.
TAMAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar