Lagu ini enak gak..?
Minggu, 18 Agustus 2013
Delapan Sabda Dewa
Delapan Sabda Dewa
Barang siapa berjodoh dengan Kitab Wasiat Sakti, dan mampu mempelajari yang tersurat maupun
yang tersirat, menguasai yang lahir dan yang batin maka hendaklah dia mencamkan apa-apa
yang telah disabdakan.
Delapan Sabda Dewa adalah delapan jalur keselamatan.
Tanah - Sabda Dewa Pertama
Manusia berasal dan dijadikan dari tanah
Kepada tanahlah manusia akan kembali
Karenanya manusia tidak boleh congkak dan takabur
dan harus ingat bahwa dirinya berasal dari
gumpalan debu yang hina.
Yang kuasa kemudian memberikan kehormatan,
menjadikannya makhluk pilihan karena memiliki
pikiran yang membedakannya dengan binatang.
Tanah bagian dari bumi ciptaan Yang Kuasa di-berikan kepada manusia untuk tempatnya berlin-dung diri, berkaum-kaum dan mencari rezeki.
Karenanya tidaklah layak kalau manusia merusak tanah dan bumi untuk maksud-maksud keji serta
berbuat kejahatan di atasnya.
Tanah dan bumi diberikan Yang Kuasa untuk ke-bahagiaan ummat manusia. Karenanya manusia
wajib berterima kasih dengan jalan memeliharanya.
Tanah tempat kaki berpijak.
Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung
Ketika tanah dijadikan ajang pertumpahan, para Dewa pun gelisah dalam duka dan kecewa
Mengapa manusia tidak berpikir dan berterima
kasih?
Air - Sabda Dewa Ke-dua
Lebih dari separuh bumi diciptakan Yang Kuasa dalam bentuk air
Air mengalir di bumi dan mengalir di tubuh manusia.
Air sumber kehidupan, Air membawa berkah
Mengapa manusia tidak berpikir?
Mengapa manusia berlaku keji mencemari air, membunuh makhluk yang hidup di dalam air dan
di atas air..?
Air selalu mengalir dari atas ke bawah
Bukankah itu satu petunjuk bahwa mereka yang di atas harus menolong mereka yang di bawah?
Pada saat manusia lupa dan tidak berterima kasih atas segala berkah
Maka para Dewa berseteru dengan mereka, Azab Yang Kuasa pun turunlah
Dan air berubah menjadi bencana.
Api - Sabda Dewa ke-tiga
Ketika kecil menjadi kawan
Sewaktu besar menjadi lawan
Mengapa manusia tidak mau berpikir dalam mencari manfaat daripada kualat?
Api membakar seganas iblis
Di dalam tubuh manusia ada api yang mampu merubah manusia menjadi iblis
Barang siapa tidak mampu melawan api, bumi dan tanah akan meratap, air akan menangis manusia
akan menjadi api puntung neraka.
Para Dewa terhempas dalam perkabungan.
Udara - Sabda Dewa Ke-empat
Udara sumber kehidupan
Dihembuskan Yang Kuasa ke dalam jalan pernapasan jantung sanubari manusia
Udara tidak terlihat oleh mata, tidak teraba oleh tangan
Di dalam yang tidak terlihat dan tidak tersentuh itu ada berkah yang maha besar
Mengapa manusia masih mau berlaku culas ?
Mencemari udara dengan berbagai kebusukan
Ketika jalan napas tak dapat lagi menerima hawa kotor,
Para Dewa siap melihat kematian mengenaskan
Mengapa manusia tidak berpikir?
Bulan - Sabda Dewa Ke-lima
Sumber kesejukan dunia ini muncul dikala malam
Tiada keindahan melebihi malam dengan rembulan
penuh memancarkan cahayanya yang lembut
Mengapa manusia tidak bisa selembut sinar rembulan?
Padahal manusia memiliki pikiran, bulan tidak
Padahal manusia memiliki hati, rembulan tidak
Bukankah kelembutan sinar rembulan mencerminkan perasaan kasih?
Kasih dari orang tua terhadap anaknya
Kasih seorang pemuda pada gadis curahan hatinya
Kasih sesama insan..
Bahkan binatang pun mempunyai rasa kasih
Lalu mengapa manusia terkadang melupakannya?
Mengapa kasih dapat berubah menjadi kebencian yang mendatangkan azab dan sengsara?
Dari siapa para Dewa akan mendapat jawaban?
Matahari - Sabda Dewa Ke-enam
Ketika bumi berputar dan matahari menerangi jagat
Cahaya terang menjadi berkah bagi seisi alam
Yang kuasa tidak ingin para makhluk dalam kegelapan
Tetapi mengapa banyak diantara mereka yang se-ngaja mencari memeluk kegelapan?
Tidakkah manusia berpikir..
Bahwa cahaya hati tak kalah pentingnya dari cahaya matahari?
Ketika bumi menjadi gelap karena sinar matahari terhalang rembulan,
Apakah manusia merenungi arti semua ini?
Mengapa ummat mengeluh teriknya matahari ?
Padahal diakhir dunia kelak mereka akan didera oleh seribu teriknya matahari
Padahal bukankah para Dewa telah memberi ingat akan azab setiap dosa?
Kayu - Sabda Dewa Ke-tujuh
Siapa yang menanam akan menuai
Itu janji Maha Pencipta
Kebaikan yang ditanam walaupun sebesar zarah
Sang Pencipta tiada akan melupakannya
Karena Dia Maha Melihat dan Maha Mengetahui
Lalu mengapa kemudian manusia merusak benih, merusak yang tumbuh di atas tanah?
Padahal mereka perlu tetumbuhan untuk dimakan
Padahal mereka butuh pepohonan untuk berlindung
Adakah manusia merasa bisa hidup tanpa pohon dan kayu?
Ketika badai mengamuk dan pepohonan tumbang sama rata dengan tanah
Ketika para Dewa merenung mengingat dosa
Ummat manusia masih saja berbuat kerusakan
Padahal mereka punya otak untuk berpikir dan punya hati untuk merasa.
Batu - Sabda Dewa Ke-delapan
Ketika gunung batu meletus
Para Dewa bersujud minta ampun
Manusia menjerit, terhenyak dalam ketakutan
Tapi hanya seketika
Sesaat mereka terlepas dari bencana kembali mereka lupa dan tegakkan kepala dengan congkak
Batu dijadikan Maha Pencipta agar manusia mempergunakannya untuk melindungi diri dari keganasan alam,
Agar manusia ingat bahwa keteguhan iman harus dipegang sekukuh batu karang
Ketika iman runtuh seperti runtuhnya gunung batu
Para Dewa menangis meminta ampun
Apakah mata dan hati manusia telah berubah menjadi batu, buta dan bisu tiada rasa?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar