Banyak dari kita (eh maksudku kamu, gak termasuk aku) sering berkata: daripada mencintai orang yg kita gak siap menikah ama dia atau malu cintaku ditolak, aku lebih memilih mencintainya dalam diam. Biarlah kupendam cinta ini, dan hanya aku dan Allah saja yg tahu.
Dan untuk mendukung keyakinan mereka itu lalu diajukanlah dalil hadist berikut:
"Barang siapa yang jatuh cinta, lalu menyembunyikannya dan memelihara kesucian dirinya serta bersabar sampai dia meninggal dunia, maka dia adalah seorang yang mati syahid."
atau hadist dgn lafaz lain dari jalur yg sama, "Barang siapa yang jatuh cinta, lalu menahan dirinya hingga meninggal dunia, maka dia syahid."
maka aku bilang: heyyy hadist itu mesti dipahami dan ditelaah lagi apa makna sebenarnya. lalu kamu mesti cari dulu itu sumber hadistnya bagaimana sanadnya, jangan asal dijiplak lho yahh. lalu, itu hadist siapa perawinya...? apa kamu bisa jawab? Gak toh…
Boleh gak sih sbenernya ngungkapin perasaan suka atau prasaan cinta kita ke lain jenis? Bolehkah cewe bilang cinta ke cowo atau cowo bilang cinta ke cewe? Bagaimana islam memandang persoalan ini? Adakah larangannya dlm Alquran dan sunnah?
oke Yuk, kita analisa hal ini lebih detail.
Sampai saat ini saya sendiri belum menemukan dalil khusus utk larangan ngungkapin prasaan cinta atau suka kpd lain jenis. Ada sebagian orang, termasuk kamu mungkin neh, yg suka menyitir hadist tersebut utk hujjah dalam memendam cinta alias CINTA DALAM DIAM.
Dengan hadits itu maka para ustad dan admin-admin page islami itu menjadikan LARANGAN untuk tidak mengungkapkan perasaan cinta kpd lawan jenis, cukup dipendam saja, kalau dibawa sampai mati, maka matinya mati syahid. Eh emang mau tanggungjawab gak tuh orang yg bilang gitu kalu seandainya kamu mati beneran dan ternyata gak masuk surgaa..??
Dalil hadist itu didukung oleh banyaknya para ustad yg memberi tausyiahnya ke ABG, atau di page atau grup islami yg para adminnya pada semangat berkata: "Makanya kalo kamu lagi jatuh cinta gak perlu deh bilang-bilang ato ngungkapin perasaan kamu, tahan aja. Kalo itu berhasil kamu lakuin terus bikin kamu meninggal, ganjarannya syahid.
ahhh enak sekali kalu gitu. kalo gitu pendam aja cintamu ama sia dia sampai kamu tua, tidak menikah dan akhirnya mati. apa bener kamu akan masuk surga karena memendam cinta dalam diam..?? padahal tugas seorang pendakwah seperti ustad atau admin2 page di grup dakwah adalah menyampaikan kebenaran syariat islam berdasarkan sumber ayat dan hadist2 shahih, bukan hadist palsu yg tak jelas juntrungannya.
Maka disini akan berlaku hadist rasul yg lain: "seburuk-buruknya kalian adalah yg tidak menikah, dan sehina-hinanya mayat kalian adalah mayat pemuda yg mati dalm keadaan bujang' (HR.Abu dawud).
Nah lhooo mau bilang apa? masih mau bilang cintai dia dalam diam...?
Tapi benarkah hadits itu bisa diterima? Bagaimana dengan sanad hadist tersebut? Hasan atau shahih? Dhaif atau bahkan maudhu alais palsu..?
Mari kita lihat pendapat Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah tntng tersebut. ini saya ambilkan dari kitabnya Thibun Nabawi, bab tentang cinta.
"Jangan tertipu oleh hadits palsu yg mengatasnamakan Rasulullah yg diriwayatkan oleh Suwaid bin Said, dari Ali bin Mushir, dari Abu Yahya Al-Qattat, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, dari Nabi, diriwayatkan pula dari Aisyah dari Nabi. Diriwayatkan oleh Azzubair bin Bakr, dari Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Majisyun, dari Abdul Aziz bin Hazim, dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas dari Nabi bahwa beliau bersabda, 'Barang siapa jatuh cinta, lalu menjaga kesuciannya, lalu ia meninggal dunia, maka ia mati syahid'.
dan dalam riwayat lain disebutkan, "Barang siapa jatuh cinta (kasmaran), lalu ia menyembunyikan prasaannya, menjaga diri dan bersabar, akan Allah ampuni dosa2nya dan akan Allah masukkan ke dalam SurgaNya".
Apakah segampang itu kita mendapat predikat mati syahid? sedangkan saudara2 kita yg jelas-jelas berjihad di palestina dan suriah belum tentu predikatnya mati syahid lho.
Karena syahid itu sendiri ada 2 macam, syahid khusus dan syahid umum.
Syahid khusus adalah syahid fisabilillah, yaitu mati dalam perang jihad membela agama Allah.
dan syahid umum ada lima macam (gak perlu sya sebutkn satu-satu), tapi disebutkan dalam sebuah hadits shahih, dan mati karena tertikam panah asmara (cinta diam) tidak termasuk di dalamnya. Karena panah asmara bisa merupakan syirik terhadap Allah dalam cinta, merupakan hasil kelalaian terhadap Allah karena membiarkan hati, jiwa dan cinta kita menjadi milik selain Allah (kepada makhluk yg kamu sukai atau cintai). Maka bagaimana mungkin ia termasuk kedudukan yang mendatangkan mati syahid? Enak sekaleeee…
Bahaya cinta terhadap hati melebihi sesuatu. Ia bahkan dapat disebut sebagai khamernya rohani yang menyebabkan jiwa mabuk kepayang sehingga menghalanginya untuk berdzikir kepada Allah. Hati orang yang dirundung cinta dalam diam akan menjadi hamba kekasihnya. Cinta kasih itulah yang mengoptimalkan rasa tunduk, kecintaan dan kepasrahan mendalam. Maka bagaimana mungkin ketundukan hati kepada selain Allah dapat membawa seseorang kepada kedudukan mulia di kalangan ahli Tauhid, di kalangan pemuka dan orang istimewa di antara mereka."
Dalam kitab yang lain yg juga ditulis oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah yaitu ‘Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan memendam Rindu), ibnu jauziyah mengatakan tentang hadits tersebut dgn perkataan yg sama, bahwa hadits-hadits tersebut bukan dari Rasulullah SAW. Alias hadist PALSU !
Aku pun tak habis pikir kalau hadits-hadits tersebut bisa diterima alias berderajat Hasan atau Shahih.
Aku punya tiga alasan logis mengapa berkata seperti itu:
Pertama..
seandainya hadits tersebut bisa diterima saya punya cara yang singkat supaya bisa dapat gelar Syahid Gak perlu repot-repot pergi ke Palestina, Iraq, atau Afghanistan lalu bergabung bersama Mujahidin di sana untuk perang terus kamu ditembak atau kena bom lalu mati syahid. Ngga perlu, bikin capek aja, kesananya kan jg pake duit gak pake daun.
Gini caranya, Umbar pandangan ke akhwat atau cewe yang paling cantik di kampusmu, jangan yg jelek atau lumayan, tp pilih yg paling cantik yg katamu kamu cintai dalam diam. Lihat terus dengan seksama wajahnya yang cantik dan menggiurkan, biarkan terus jangan bergeming! Tatap terus, terus, dan terus, abaikan smua gangguan dari luar. Hati-hati jangan sampe ngiler! Kalo ngiler nanti wibawamu jatuh di depan gadis pujaanmu! Kalau ternyata sikapmu yang sedang mengumbar pandangan itu kepergok gadis pujaanmu yang sedang kamu pelototin itu, biarkan saja, balas dia dengan kedipan mata yang genit. Jangan pedulikan larangan Allah dalam Surah Annur ayat 31 tentang kewajiban menundukkan pandangan atau hadits Nabi tentang larangan pada pandangan yang kedua. Ngga apa-apa dosa dikit, nanti juga ditebus dengan matinya kamu sebagai syahid. Kan gitu kata hadistnya..?
Lalu kamu biarkan bibit-bibit cinta tumbuh di hatimu, tumbuh menjadi bunga cinta yang indah dan mengakar kuat di hatimu, biarkan pikiranmu melayang dan merasakan dalamnya cinta itu. Nah, setelah kamu jatuh cinta pada pandangan yang pertama dan kelamaan memandang tersebut, bayangkan si doi dimanapun berada, kalau bisa ingat-ingat doi di setiap waktu dan tempat, waktu mau makan, tidur, masuk WC. Setelah tubuhmu bergejolak tidak keruan gara gara cinta itu, karena hormon-hormon dalam tubuhmu bereaksi tidak seimbang dan tidak teratur, maka jadilah kamu sakit sampai menjelang sakaratul maut. Tapi ingat! tetap jangan ungkapkan perasaanmu ke si doi, Jangan bilang "Uhibbuki fillah", "I Love U", atau "aku cinta kamu", tapi sembunyikan dan tahan perasaan itu. Kalau gak, nantinya malah gak jadi mati syahid. Biarkan dirimu sekarat gara-gara cinta diammu itu sampai Malaikat maut menjemputmu.
Dan Selamat aku ucapkan! ketika jantungmu tak lagi berdetak, maka tubuhmu tak perlu lagi dimandikan, langsung dikuburkan saja, karena kamu telah "SYAHID"!
Itupun kalau engkau berkeyakinan dgn hujjah hadits tersebut adlah berderajat shahih atau paling tidak hasan.
Kedua..
Bila hadits-hadits tersebut diterima, maka akan menghapuskan keutamaan menikah yang merupakan Sunnah Rasulullah, bahkan beliaupun membenci orang yang tidak mau menikah dan menganggap bukan ummatnya bila tidak suka dengan Sunnah beliau. Sedangkan menikah itu sndiri merupakan anjuran bagi Ummat Islam, karena untuk melanjutkan keturunan, karena Rasulullah akan membanggakan ummatnya yang banyak jumlahnya di hari kiamat nanti.
Menikah bahkan merupakan Nishfuddiin (penggenap setengah dari agama) dan setengahnya lagi ada dalam ketaqwaan kepada Allah yg dijalani berdua bersama pasangan.
Maka keutamaan-keutamaan tersebut akan hilang dibenak seseorang yang telah jatuh cinta dan mestinya melanjutkan ke tahap akad nikah. Dia akan berpikir, "Buat apa nikah? mending saya pendam saja perasaan cinta ini dan saya akan sabar dengan perasaan ini. Akan kucintai dia dalam diam. Kemudian saya sembunyikan perasaan ini dan saya bawa perasaan ini sampai mati, kan saya mati syahid.
Itu klau kau tetep kekeh dengan dalil hadist tersebut.
Ketiga..
Jika hadits ini Shahih atau Hasan maka bakal ada berapa banyak orang yang jadi pengangguran, lalai dan enggan melakukan aktivitas karena menikmati tikaman panah asmara akibat CINTA DALAM DIAM dan menunggunya sampai dia sekarat dan mati syahid. Seandainya di suatu desa masyarakatnya banyak yang berpikir untuk mengambil ‘jalan singkat ke surga’ dengan menajdikan cinta dalam diam sebagai hujjahnya utk mati syahid. Tak ada keutamaan lagi dan tak ada alasan lagi untuk melakukan dakwah dan jihad, karena sudah punya cara untuk langsung masuk surga dengan menikmati tikaman panah cinta dalam diam yang mengantarkannya kepada mati syahid tersebut. Jadi untuk mati syahid tidak perlu dengan amalan-amalan yang berat seperti jihad atau dakwah atau yang lainnya, cukup dengan Cinta Dalam Diam kpd makhluk Allah yg cantik atau tampan itu.
Maka yg ada mah bukan mati syahid tapi sakit TBC alias Tekanan Batin Cinta. Hehe
Nah, apakah sekarang sudah terjawab pertanyaanmu : Boleh gak sih mengungkapkan perasaan suka atau perasaan cinta kita ke lain jenis?
Bila kita mendasarinya pada hadits hadits palsu yg sudah dipaparkan di atas maka tak ada larangannya untuk mengungkapkan perasaan kita pada lain jenis. Kisah Ali ibn Abi Thalib ra. dan Fathimah putri Rasulullah SAW yang baru mengungkapkan perasaan cintanya pada saat setelah menikah sebenarnya tidak bisa dijadikan dalil larangan mengungkapkan cinta sebelum nikah, karena dalam kisah tersebut tidak ada fi'il amr (kata kerja perintah) atau fi'il nahyi (kata kerja larangan) untuk memerintahkan memendam perasaan cinta atau larangan mengungkapkan perasaan cinta.
Jadi, setelah aku telusuri lebih jauh, aku buka-buka kitab bukhari, syarah hadistnya Ibnu Hajar Asqolani, dan bertanya kpd pakguru poncur Abuakmal, sampai saat ini aku belum menemukan dalil-dalil yang melarang untuk mengungkapkan perasaan cinta atau perintah memendam perasaan cinta, atau lebih populernya CINTA DALAM DIAM. Artinya, belum tentu orang yang mengungkapkan perasaan cinta kepada lain jenis walaupun bukan mahramnya dan bukan berniat utk pacaran adalah perbuatan fasiq.
Tapi Tunggu dulu!! Jangan dulu beranjak!! Mentang-mentang tak ada larangannya utk ngungkapin cinta kpd lawanjenis lantas kamu buru-buru pergi menghampiri si doi dan bilang I Love You.
Jangan buru-buru ngambil HP terus dengan sok-sokan ngirim SMS pake Bahasa Arab ke si doi "Uhibbuki Jiddan (Aku sangat mencintaimu)"!
Atau tiba-tiba pas lagi baca tulisan ini si doi lewat di hadapan kamu, terus dengan spontan kamu menjilati telapak tanganmu lalu memoles rambutmu yang acak-acakan dengan telapak tanganmu berlumur air liur tersebut biar keliatan ganteng, kemudian menghampirinya dan bilang "Sebenarnya sudah lama aku mencintaimu." Ckckckck..janga ngitu yah..
Sabar, masih ada pertimbangan lain. Yaitu pertimbangan maslahat dan mudhorot.
Artinya, ketika kita mengungkapkan perasaan cinta kita kepada seseorang yang kita cintai saat itu jg mesti dibarengi dengan memikirkan efek jangka panjangnya, gak asal ngungkapin. Memendam perasaan cinta yang mendalam kemudian menimbulkan efek "Penyakit hati" atau lebih tepatnya zina hati, yang kemudian membuat kita lalai dgn dzikir kepada Allah.
Allah sudah memperingatkan:
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya..."(Qs.An Nur, 30)
Kemudian dilanjutkan ayat berikutnya…
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya..."(Qs.An nur, 31).
Maka begitu juga bila perasaan cinta itu diungkapkan, apalagi kalau cintanya gayung bersambut, akan memperkuat dan memperdalam rasa cinta kita pada sang kekasih, efeknya tidak jauh beda dengan ketika kita mengumbar pandangan. Kalau hanya bertepuk sebelah tangan efeknya pun bisa jadi tidak jauh beda, justru bisa jadi malah tambah semangat untuk mengejar sic anti atau si tampan tersebut agar mau menerima cintanya, usaha yang dilakukan pun tidak tanggung-tanggung, yang pada ujungnya malah melalaikannya untuk mencintai Allah.
Mengungkapkan perasaan cinta kepada lain jenis yang belum menjadi mahramnya adalah kesempatan besar untuk men-tarbiyah diri dan menumbuh suburkan perasaan cinta kepada selain Allah. Bahkan efek "penyakit hati" bisa jadi lebih berbahaya dari penyakit badan. Bahkan tak jarang menjurus kepada syirik mahabbah (cinta), seperti dalam firmanNya : “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah” (QS. Al-Baqarah : 165).
Tuh kaannn..?!
Sekali lagi : Boleh gak sih mengungkapkan perasaan suka atau perasaan cinta kita ke lain jenis? Walau secara tegas dan khusus belum ditemukan larangannya dan keutamaannya dalam Al-Quran dan sunnah, namun di sisi lain kita harus mempertimbangkan dari segi maslahat dan mudhorotnya. Saya yakin, teman-temanku yang membaca tulisan ini bisa memikirkannya dengan hati yang jernih dan dengan akal yang sehat. Menganalisanya dengan cermat dan menggunakan ketajaman berpikir dengan otak kanan.
Jadi kalu ada pertanyaan : mas wik, jadi lebih baik mana, Cinta yg diungkapkan atau dipendam ya?
Kujawab: carilah mana yang lebih maslahat buatmu dan mana yang mudhorotnya lebih kecil..! gitu ajah.
Oke guys, segitu dulu yah.. kalau ada yg mau ditanyakan kirim aja sms ke nomor hpku atau datang kerumahku langsung, jangan lupa bawa teh ama gula :p
wallahualam bishowab.
Salam tauhid satu jari...cheers *.*

Syukron akhi
BalasHapus